Sponsors Link

Bolehkah Bayi Batuk Boleh Makan Pepaya? Apakah Aman untuk Tenggorokan?

Sponsors Link

Bayi dapat mengalami batuk seperti hal nya manusia dewasa. Hal ini dikarenakan, batuk merupakan bentuk pertahanan tubuh dengan cara mengeluarkan suatu benda asing dari saluran pernapasan dalam tubuhnya. Berbeda dengan batuk pada orang dewasa, bayi yang sedang batuk biasanya membuat si bayi menjadi rewel dan tidak sedikit yang mengalami demam serta pencernaan yang menjadi terganggu. Untuk itu, batuk karena cacingan 2 serta bayi batuk harus segera diberikan obat. Disamping itu, asupan makanan sehat dan bergizi bagi bayi harus tetap diberikan, salah satunya adalah dengan memberikan buah-buahan.

ads

Beberapa jenis buah yang ada di supermarket khususnya, banyak yang memiliki kandungan vitamin serta zat penting lainya, yang dapat menjadikan bayi lebih sehat bahkan terjaga system kekebalan tubuhnya. Salah satu buah yang dapat diberikan pada bayi dengan kandungan vitamin C nya adalah papaya. Bunda dapat memberikan papaya setelah usianya 18 bulan. Kandungan vitamin C ini dapat meringankan gejala batuk pada bayi. Meski begitu,  bolehkah minum obat batuk setelah makan durian sebaiknya ibu tidak sembarangan memberikan buah papaya ini, saat bayi sedang batuk.

Penyebab Batuk Pada Bayi

Anak bayi yang sedang batuk, sebaiknya memang tidak langsung diberikan obat batuk seperti hal nya orang dewasa. Kita perlu mengenai terlebih dulu apa yang menjadi gejala serta penyebab batuk yang dialami sang bayi. Jenis batuk yang umumnya dialami juga bisa berbeda-beda.

Umumnya, batuk yang sering dialami bayi adalah batuk kering yang merupakan gejala lain dari flu atau pilek yang juga dialaminya.Batuk pada bayi juga umumnya disebabkan oleh virus yang kemudian menjadi gejala infeksi. Jenis batuk lainya yang juga dialami bayi, seperti berikut:

  • Batuk rejan

Batuk ini disebabkan oleh bakteri yang telah menginfeksi organ paru-paru serta saluran udara. Bayi yang mengalami batuk rejan biasanya akan mengalami napas yang seperti terengah-engah. Gejala yang terjadi juga dibarengi dengan demam ringan dan flu. Namun, setelah melewati lebih dari satu minggu, biasanya batuk rejan pada bayi bisa sembuh sendiri.

  • Batuk croup

Bayi yang mengalami batuk croup biasanya juga menjadi sulit bernapas, karena kondisi laring yang merupakan jalan napas ke organ paru-parunya menjadi bengkak. Bayi kemudian akan batuk dengan suara seperti gonggongan. Bayi juga bisa mengalami demam, sulit bernapas dan kondisi hidung yang penuh dengan lendir ingus. Batuk karena virus ini umumnya dialami bayi di usia 6 bulan ke atas.

  • Bronchiolitis

Bayi juga ada yang mengalami batuk karena infeksi yang timbul dari cuaca dingin. Saluran udara pada pernapasan bayi menjadi kecil, sehingga paru-paru mudah terinfeksi dan berlendir. Bayi juga akan menjadi ingusan, sulit bernapas hingga menurunya selera makan mereka. Sakit batuk ini harus segera diobati.

Bayi Batuk Boleh Makan Pepaya? Apakah Aman untuk Tenggorokan?

Setelah mengenali penyebab serta gejala batuk yang umumnya dialami bayi, saatnya ibu mengetahui cara mengobati penyakit ispa pada anak serta tetap memperhatikan asupan makananya, agar bayi tetap sehat dan terhindari dari batuk yang kambuh yang dapat membuatnya menjadi rewel. Pemberian buah papaya, sebenarnya akan dianjurkan, karena buah ini memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan sang bayi.

 Bayi yang usianya 6 bulan lebih, biasanya sudah boleh mengkonsumsi makanan padat secara bertahap dengan tetap dibarengi ASI. Pada saat inilah, ibu dapat mulai memberikan papaya kepada bayi. Namun, sebaiknya, mulai berikan asupan makanan buah-buahan seperti papaya ini, saat usianya sudah menginjak usia 18 bulan lebih. Berikan dalam jumlah sedikit terlebih dulu, misalnya sebanyak satu sendok teh. Pastikan bayi Anda mulai terbiasa dulu dengan rasa papaya ini, sebelum memberikan porsi untuk makanya.

Sponsors Link

Buah papaya merupakan salah satu jenis buah yang boleh diberikan pada bayi. Namun, Anda harus memberikanya sesuai dengan aturan tadi. Perlu diketahui oleh para ibu, bahwa buah papaya ini merupakan alergen atau zat pemicu alergi pada bayi. Jika bayi batuk boleh makan papaya, dikhawatirkan batuk yang dialaminya bisa menjadi semakin parah. Untuk itu, sebelum memberikan papaya pada bayi, meskipun usianya sudah cukup, jika memang sedang batuk sebaiknya ditanyakan dulu pada dokter tentang mitos dan fakta mengenai obat batuk sebelum mengkonsumsi obat serta memberikan papaya untuk porsi makanya.

Meski begitu, dilansir dari Boldsky, buah papaya ini malah memiliki manfaat dalam mengatasi masalah kesehatan pada bayi. Berikut ulasanya:

  • Mengatasi Ruam

Buah papaya yang diberikan pada anak bayi, ternyata bisa membantu penyembuhan luka, luka bakar serta borok pada kulit bayi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, cukup oleskan buah papaya yang sudah dihaluskan atau dibentuk pasta, lalu oleskan pada area kulit yang mengalami ruam.

  • Atasi Kanker Usus Besar

Semoga bayi kita terhindar dari penyakit kanker usus besar seperti itu ya. Maka dari itu, buah papaya yang tinggi kandungan serta serta antioksidanya, ternyata cukup efektif dalam mencegah penyakit pencernaan seperti kanker usus besar ini.

ads
  • Meningkatkan Sistem Imun

Khususnya saat batuk, bolehkah bayi batuk boleh makan papaya, tentunya bisa diberikan. Sebelumnya, cek terlebih dulu dan tanyakan kepada dokter mengenai pemberian buah papaya pada bayi saat batuk tersebut dialaminya. Meski begitu, papaya mengandung vitamin C yang sangat baik untuk menjaga kekebalan tubuh bayi serta dapat membantu mencegah infeksi.

  • Atasi Sembelit

Bayi juga bisa mengalami sembelit dan papaya bisa dijadikan sebagai solusi pengobatanya. Berikan satu sendok papaya yang sudah dihaluskan sebanyak 2 kali sehari. Pepaya ini bersifat pencahar, sehingga dapat membantu atasi sembelit pada usia bayi.

Pepaya ternyata memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan bayi kita. Cara pemberianya juga mudah. Namun, berbeda dengan kondisi bayi yang sedang batuk. Bolehkan bayi batuk boleh makan papaya, tentunya harus dibarengi izin dari dokter.

Pepaya yang diberikan pada bayi yang sedang batuk juga harus sesuai takaranya, agar tidak membahayakan sakitnya.Bayi yang sedang batuk, bisa jadi mengalami infeksi dan radang pada area tenggorokanya. Oleh sebab itu, sebaiknya tidak memberikan buah papaya selama bayi sedang mengalami batuk yang cukup parah.

Cara Mengatasi Batuk Pada Bayi

Dilansir dari alodokter.com, umumnya bayi bisa mengalami batuk setidaknya hingga delapan kali dalam tahun pertama hidupnya. Hal ini bisa terjadi karena kondisi system kekebalan tubuhnya juga masih berkembang. Saat bayi benar-benar sedang batuk, dia bisa lebih rewel sebab gejala lain yang mengikutinya, khususnya tenggorokanya yang menjadi gatal serta timbunan lendir di area paru-parunya.

Jika kondisi bayi sudah seperti itu, kita memang harus lebih hati-hati dalam memberikan asupan makanan. makan buah jeruk saat batuk serta bolehkah bayi batuk boleh makan papaya, jika kondisi tenggorokanya seperti itu, sebaiknya hentikan terlebih dulu pemberian buah papaya, baik sebagai makanan pokok maupun selingan. Segera obati batuk yang sedang dialami bayi, dengan menggunakan beberapa cara berikut ini:

  • Memberikan Uap Panas

Uap panas sebenarnya dapat membantu meringankan kondisi batuk dan hidung tersumbat yang mungkin sedang dialami bayi kita. Untuk memberikan sentuhan uap panas pada bayi, pastikan bayi Anda tidak terkena air panasnya. Anda bisa duduk di kamar mandi, dan biarkan pancuran air hangat mengalir dan uap panas menguap ke sekitar Anda dan bayi.

  • Pastikan Waktu Istirahatnya Cukup

Bayi yang sedang batuk sebaiknya cukup berisitirahat. Mengalami batuk dapat membuatnya menjadi kehilangan nafsu makan, bahkan tenggorokan gatal dan sulit untuk berisitirahat.

  • Berikan Makanan yang Meringankan Batuk

Bayi yang mengalami batuk dan berusia 6 bulan atau dibawahnya, sebaiknya diberikan ASI yang cukup sebagai makanan terbaik. Setelah usianya menginjak satu tahun ke atas. Berikan makanan yang teksturnya lembut seperti pudding, saus apel dan yogurt.

Sponsors Link

  • Tingkatkan Cairan Tubuhnya

Saat batuk, terlebih diikuti dengan demam dan flu, bayi juga disarakankan untuk banyak minum air putih, jus atau susu. Anda juga berikan cokelat hangat dan sup hangat untuk makananya. Jika usianya masih dibawah 6 bulan, cukup berikan ASI saja.

  • Berikan Tetes Saline (air garam)

Larutan ini juga cukup ampuh diberikan untuk mengatasi flu dan batuk yang dialami bayi. Anda bisa mendapatkan tetes ini di apotek terdekat. Posisikan kepala anak dengan menengadah ke atas dan berikan 3 tetes ke setiap lubang hidung bayi.Diamkan selama 30 detik lalu bersihkan hidung dengan cotton bud.

Mengkonsumsi buah papaya untuk bayi bisa dimaksimalkan sebelum bayi mengalami batuk. Pasalnya, buah papaya ini juga mengandung B9 dan folat yang baik untuk meningkatkan system imun serta mempercepat masa penyembuhan. Namun, sebaiknya bolehkah bayi batuk boleh makan papaya hanya berdasarkan resep dan anjuran dokter.

, , ,




Oleh :