Sponsors Link

Dahak dan Ingus Bercampur Darah: Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Lendir adalah sesuatu yang dimiliki semua orang, dan terkadang pada seseorang jumlahnya lebih banyak daripada orang lain. Walaupun tampaknya menjijikkan, lendir memiliki banyak fungsi untuk tubuh. Lendir sangat penting untuk tubuh kita karena berguna untuk melancarkan kinerja berbagai organ tubuh. Tanpa lendir, beberapa organ tubuh dapat mengalami hambatan dalam berfungsi, seperti mesin yang kurang diminyaki. Lendir diproduksi di sepanjang jaringan pada mulut, hidung, sinus, tenggorokan, paru – paru dan saluran pencernaan.

ads

Lendir berfungsi sebagai lapisan pelindung diatas permukaan organ – organ tersebut mencegah jaringan dibawahnya mengering. Selain itu lendir juga berfungsi untuk menangkap zat – zat yang tidak diinginkan seperti bakteri dan sebu sebelum masuk ke dalam sistem tubuh terutama yang sensitif. Ketika kita sakit, lendir ini bisa bertambah jumlahnya dan juga bertambah kental serta berubah warna, menjadi kuning kehijauan atau bahkan mengandung darah.

Penyebab Darah Pada Dahak dan Ingus

Lendir berdarah menunjukkan ada yang terjadi dalam saluran hidung Anda termasuk kekeringan dan iritasi, atau adanya kerusakan jaringan. Beberapa titik darah di ingus termasuk normal, khususnya di musim dingin ketika udara menjadi kering. Ketika membran yang berada didalam hidung mengering, terbentuk rekahan yang bisa mengeluarkan darah. Bisa juga terjadi karena banyak faktor termasuk alergi, infeksi dan terlalu banyak meniup atau menggosok hidung. Trauma fisik seperti membentur sesuatu juga bisa membuat ingus bercampur darah.

Penyebab bersin keluar darah bisa juga karena bagian dalam hidung mengalami iritasi. Lendir dari hidung tercampur dengan air liur seringkali akan mengalir ke tenggorokan tanpa disadari. Ketika produksinya berlebih, lendir bisa menjadi terlalu kental dan mengalir ke tenggorokan, yang juga dikenal dengan sebutan Post Nasal Drip. Darah pada dahak yang keluar dari mulut juga seringkali berasal dari infeksi di paru – paru, jalan napas atau saluran pencernaan. Begitu juga jika dahak berdarah yang keluar melalui batuk.

Penyakit Penyebab Darah Pada Dahak dan Ingus

Banyak penyakit yang dapat menyebabkan dahak berdarah, yang juga dikenal dengan sebutan sputum di dunia medis. Kebanyakan penyebabnya berhubungan dengan penyakit dan kondisi dari sistem pernapasan. Beberapa penyakit menunjukkan gejala lebih ringan, namun yang lainnya bisa jadi merupakan awal dari gejala penyakit berat. Penyebab dahak dan ingus bercampur darah antara lain:

1. Hemoptysis

Ini adalah istilah dari kondisi batuk darah yang keluar dari saluran pernapasan. Hemoptisis berupa gejala dari banyak kondisi yang menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan. Hemoptisis bisa disebabkan juga oleh bronkitis, dengan gejala kelelahan, dada tidak nyaman, dan demam, kelebihan lendir dan sesak napas. Ketahuilah perbedaan batuk berdarah dan muntah darah, cara mengobati batuk berdarah, dan efek batuk darah berkepanjangan.

2. Infeksi sinus

Infeksi sinus adalah suatu peradangan pada jaringan sinus. Sinus adalah saluran yang terletak di belakang hidung dan pipi. Sinus yang normal biasanya terisi udara, dan ketika terjadi infeksi biasanya sinus akan tersumbat dan terisi cairan yang menyebabkan tumbuhnya kuman serta bakteri yang menjadi penyebab infeksi tersebut.

Sinus bisa tersumbat karena seseorang mengalami penyakit flu, rinitis alergi, atau kelainan septum di rongga hidung. Gejalanya berupa hidung berair, batuk, masalah pernapasan, dan rasa sakit di wajah terutama di area belakang hidung. Sinus merupakan penyakit yang menyebabkan batuk berdarah, penyebab dahak berdarah tanpa batuk dan batuk keluar darah dari hidung.

Sponsors Link

3. Kanker hidung

Kanker ini dideskripsikan sebagai kanker yang terbentuk di jaringan sinus paranasal. Bentuk umum dari sinus paranasal dan kanker hidung adalah sel karsinoma. Kanker ini bermula dari sel datar yang ada di sepanjang jaringan dan rongga hidung. Kanker hidung juga bisa disebabkan dari polip hidung yang terus membesar.

4. Bronkitis Kronis

Bronkitis adalah peradangan pada membran mukus yang ada di sepanjang saluran bronkial. Kondisi ini menyebabkan batuk dan bronchospasm. Ada dua jenis bronkitis, yaitu bronkitis akut yang tidak menyebabkan masalah berarti dan bronkitis kronis yang sulit disembuhkan.

Bronkitis kronis adalah salah satu kondisi yang dapat berkembang menjadi chronic obstructive pulmonary disease (COPD) yang ditandai oleh gejala batuk, bersin, sesak di dada dan napas pendek. Ketahui juga mengenai ramuan tradisional batuk berdarah, batuk berlendir disertai darah, dan batuk keluar lendir campur darah.

5. Bronkitis Akut

ads

Bronkitis akut adalah peradangan dari saluran napas besar yang mengarah dari trakea. Walaupun kondisi ini langka, gejalanya bisa muncul dari dahak dan ingus bercampur darah. Penyebabnya adalah bakteri atau virus dan sering dihubungkan dengan demam beberapa derajat. Darah pada dahak sering disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah karena peradangan. Bronkitis akut pada kebanyakan kasus berhubungan dengan saluran pernapasan atas yang dapat menghasilkan lendir berdarah di rongga hidung.

6. Cystic Fibrosis

Dahak dan ingus bercampur darah bisa disebabkan oleh penyakit ini, yang merupakan kelainan genetik yang mempengaruhi paru – paru, juga ginjal, hati dan pencernaan. Kondisi ini sering disertai oleh masalah jangka panjang yang melibatkan kesulitan bernapas dan batuk berdahak karena infeksi paru – paru. Cystic fibrosis mempengaruhi sel yang memproduksi lendir, keringat dan cairan pencernaan.

Sebagai akibatnya, hasil sekresi tubuh akan menjadi lengket dan kental. Daripada melumasi saluran – saluran pada tubuh, hasil sekresi tersebut akan menyumbat saluran tubuh dan jalan keluar di paru – paru dan pankreas. Penyakit ini memerlukan perawatan medis namun orang – orang yang terinfeksi masih dapat melakukan aktivitasnya sehari – hari.

7. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada paru – paru yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi dimulai ketika kuman terhirup ke dalam paru – paru. Infeksi ini biasanya terjadi setelah mengalami flu atau pilek. Faktor resiko pneumonia termasuk kondisi jangka panjang seperti asma, penyakit hati, kanker dan diabetes. Gejalanya berupa sakit dada, demam, batuk, diare, dan muntah. Antibiotik digunakan untuk mengobati pneumonia yang disebabkan bakteri.

8. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri yang dalam banyak kasus dikatakan resisten pada antibiotik. Untuk itu perawatan tuberkulosis dilakukan dalam jangka panjang dengan kombinasi pengobatan menggunakan beberapa antibiotik dengan agresif. Pasien yang memiliki kekebalan tubuh lemah adalah orang – orang yang rentan terkena TBC. Gejalanya berupa demam di waktu malam, penurunan berat badan drastis, keringat di waktu malam dan tubuh yang lemah. Penyakit ini sangat menular dan orang yang terinfeksi mungkin saja perlu diisolasi atau dikarantina untuk mengurangi resiko penyebaran penyakit.

9. Embolisme Paru-paru

Ini merupakan penyebab serius dari kondisi dahak dan ingus bercampur darah. Kondisi ini timbul ketika ada pembentukan penggumpalan darah pada anggota tubuh bagian bawah yang kemudian gumpalan tersebut bergerak di dalam aliran darah dan berhenti pada salah satu arteri di paru – paru. Emboli paru – paru akan timbul berupa masalah pada pernapasan yang tiba – tiba, bisa disertai oleh sakit dada dan batuk yang mengeluarkan dahak berdarah.

10. Polip Hidung

Penyakit berupa benjolan pada bagian hidung yang mudah berdarah karena rapuh. Polip terjadi karena pertumbuhan jaringan pada dinding saluran pernapasan hidung atau sinus berupa jaringan lembut, tidak sakit dan pada umumnya tidak bersifat kanker. Bentuk polip mirip dengan anggur yang tergantung pada batangnya. Polip yang berukuran besar bisa menyumbat rongga hidung dan meningkatkan resiko kanker, namun resiko kanker tersebut hanya bisa diketahui jika Anda memeriksakan diri ke dokter.

Sponsors Link

11. Radang tenggorokan

Kondisi radang yang cukup berat akan membuat permukaan tenggorokan teriritasi sehingga mudah terluka dan berdarah terutama jika disertai batuk. Hal ini bisa saja terjadi apabila radang sudah terjadi dalam waktu lama dan disertai batuk kering yang berlarut – larut. Radang tenggorokan juga bisa disertai demam.Karena itulah usahakan untuk segera mengobati radang tenggorokan yang berlanjut kepada sakit batuk, agar tenggorokan tidak mengalami iritasi dan menyebabkan lendir atau dahak tercampur dengan darah.

Yang Harus Dilakukan

Jika Anda mengalami dahak dan ingus bercampur darah, ada beberapa hal yang pertama – tama harus dilakukan agar kondisinya tidak semakin memburuk. Beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menangani kondisi tersebut agar tidak semakin parah yaitu:

  • Memperbanyak minum air putih untuk mengurangi resiko tenggorokan kering.
  • Menggunakan masker ketika bepergian ke area yang banyak polusi dan debu
  • Hindari asap rokok dan jangan merokok
  • Memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Menghindari makanan tidak sehat seperti makanan yang mengandung pengawet, berlemak, tinggi garam, berminyak dan lain sebagainya.
  • Berhenti membuang ingus dari hidung atau lakukan dengan sangat perlahan jika memang harus.
  • Segera berobat ketika mengalami batuk berkepanjangan yang sulit disembuhkan dengan apapun.
  • Jangan mengabaikan darah berlebihan yang tampak pada lendir dan ingus.

Dahak dan ingus bercampur darah bisa juga disebabkan oleh batuk atau pilek yang sudah berlangsung lama dan tekanannya cukup kuat sehingga terjadi pecah pembuluh darah di sekitar saluran pernapasan. Adanya darah tersebut bisa saja berasal dari saluran pernapasan atas dan juga saluran pernapasan bagian bawah. Apabila darah pada dahak dan ingus jumlahnya cukup banyak, Anda perlu mempertimbangkan untuk mencari bantuan medis secepatnya, sebab bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala tidak normal dari suatu penyakit yang berat.

, , ,