Sponsors Link

21 Gejala Batuk Rejan yang Sering Dialami

Sponsors Link

Batuk rejan merupakan jenis batuk yang bisa dikatakan sudah parah. Batuk rejan juga sering disebut pertusis. Penyebab seseorang mengalami batuk rejan adalah bakteri yang menginfeksi area paru-paru dan saluran pernafasan manusia. Batuk rejan juga bersifat menular, khususnya pada anak-anak dan lansia. Batu rejan juga muncul dengan diawali gejala lainya seperti cara mengurangi batuk pada penderita tbc bersin dan pilek.

ads

Seseorang yang mengalami batuk rejan akan mengalami rentetan batuk yang begitu keras secara terus menerus hingga terdengar seperti “Whoop” ketika menarik napas panjang. Batuk rejan ini umumnya akan dialami penderitanya dalam waktu cukup lama, hingga 3 bulan. Karena itu, jenis batuk ini juga sering disebut gejala batuk 100 hari.

Penularan Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis ini dapat menular dengan cukup cepat pada orang lainya. Penularanya terjadi ketika penderita batuk rejan sedang batuk, maka orang disebelahnya bisa langsung tertular. Orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah umumnya mudah tertular. Untuk mengatasi hal ini, pasien biasanya akan diberikan obat antibiotic untuk mengurangi infeksi bakteri penyebab hidung tersumbat saat tidur gejala bahaya penangananya batuk rejan.

Gejala Batuk Rejan

Penderita batuk rejan telah terinfeksi bakteri yang disebut Bordtella pertussis yang bersarang di bagian saluran pernafasanya. Batuk rejan ini dapat dialami segala usia, dewasa, anak-anak hingga lansia. Gejala batuk rejan yang muncul ada tiga tahap, yaitu:

  • Tahap Gejala Awal

Awalnya, penderita batuk rejan ini akan mengalami cara mengatasi batuk saat puasa gejala yang mirip dengan flu, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair hingga demam. Tahapan awal ini terjadi selama kurang lebih 2 minggu. Pada tahap awal ini, ternyata penderitanya bisa menularkan batuk rejan kepada orang sekitar.

  • Tahap Paroksismal

Tahap selanjutnya adalah gejala-gejala seperti flu tadi sudah mulai berhenti, namun menyisakan batuk yang begitu parah. Batuk yang dialami adalah batuk rejan yang merupakan batuk keras dan terus menerus dengan mengeluarkan suara Whoop. Tahapan paroksismal ini bisa terjadi hingga dua minggu, terutama pada anak-anak. Penderita dapat mengalami kelelahan serta muntah.

  • Tahap Masa Penyembuhan

Memasuki tahap terakhir, keadaan penderita batu rejan cara mengeluarkan dahak dengan garam akan mulai membaik, namun gejala batuk rejan yang dialami masih akan terjadi. Tahap ini dapat berlangsung selama dua bulan lebih, jika pengobatan yang dilakukan kurang maksimal.

Batuk rejan yang memakan waktu hingga berbulan-bulan, dapat membahayakan kesehatan penderitanya, khususnya untuk anak-anak bayi dan balita. Sebaiknya segera melakukan pengecekan ke dokter yang bersangkutan, jika diketahui ada gejala berikut:

  • Penderita batuk rejan menjadi sulit bernafas
  • Untuk pasien bayi usia 0- 6 bulan keadaan tubuhnya tampak kurang sehat
  • Selain batuk rejan, penderita juga mengalami kejang dan pneumonia
  • Ketika bernafas mengeluarkan bunyi khas
  • Keadaan tubuh menjadi membiru atau memerah
  • Batuk rejan disertai muntah

Batuk rejan yang tidak segera diobati juga dapat menimbulkan cara mengatasi batuk disertai muntah pada anak gejala komplikasi khusus. Gejala komplikasi tersebut juga dapat dialami pasien dewasa hingga anak-anak. Berikut gejala komplikasi yang muncul:

  • Keadaan nafas sudah tersengal-sengal
  • Mengalami Pneumonia
  • Mengalami dehidrasi karena muntah
  • Berat badan menjadi menurun karena sering muntah
  • Mengalami tekanan darah yang rendah (hipotensi)
  • Mengalami tekanan darah rendah
  • Mengalami kerusakan otak sebab kekurangan oksigen
  • Menyebabkan gagal ginjal

Sementara pada orang dewasa, dapat mengalami gejala batuk rejan komplikasi seperti:

  • Mengalami mimisan
  • Bisa terkena hernia perut
  • Mengalami memar hingga retak pada tulang rusuk
  • Mengalami infeksi pada telinga
  • Menyebabkan pecah pembuluh darah pada kulit atau bola mata
  • Wajah menjadi bengkak
  • Mengalami sariawan di mulut dan lidah

Diagnosis Batuk Rejan

Saat batuk rejan yang dialami menjadi semakin lama dan semakin parah, pemeriksaan langsung ke dokter harus dilakukan. Walau begitu, batuk rejan pada tahap awal cukup dulit didiagnosis karena hampir sama dengan gejala batuk atau gejala bronchitis. Jika saat batuk ada suara khas sering batuk saat hamil  yang tersisa, maka dokter biasanya mendiagnosis itu sebagai batuk rejan.

Adapun pemeriksaan yang mungkin dilakukan dokter pada pasien penderita batuk rejan yang cukup parah, sebagai berikut:

Sponsors Link

  • Pemeriksaan Tes Darah

Dengan memeriksa keadaan darah penderita batuk rejan, dokter akan menemukan terjadinya peningkatan sel darah putih dengan antibody bakteri penyebab batuk pertusis (Bordetella).

  • Mengambil Sampel

Sampel yang diambil untuk diperiksa adalah dengan melihat posisi tidur saat pilek  lendir serta dahak yang keluar memang benar-benar mengandung Bordtella pertusisis.

  • Melakukan Foto Rontgen

Foto rontgen juga perlu dilakukan agar dokter dapat melihat keadaan paru-paru pasien penderita batuk rejan. Jika paru-parunya mengalami peradangan serta terjadi penumpukan cairan, maka kondisi tersebut sudah merupakan komplikasi.

Penanganan Batuk Rejan Pada Remaja dan Orang Dewasa

Batuk –batuk hingga usia remaja, tentunya harus mulai diperhatikan kesembuhanya. Berikut beberapa langkah untuk penanganan batuk rejan yang dialami oleh orang dewasa dan remaja:

  • Mengkonsumsi obat dengan kandungan ibuprofen serta Paracetamol  yang ampuh dalam mengatasi radang tenggorokan serta demam
  • Memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi
  • Mengeluarkan lendir saat muntah atau batuk agar tidak terhirup lagi dan masuk ke dalam tubuh
  • Diharuskan untuk lebih banyak beristirahat

Agar batuk rejan yang diderita tidak cepat penular, maka kita dapat menekan resiko penularanya, seperti berikut:

  • Menempatkan bayi atau anak-anak yang sudah terkena batuk rejan di ruangan khusus (tertutup untuk umum), agar tidak menyebarkan infeksi bakteri batuk rejan secara langsung
  • Saat penderita batuk atau bersin, diwajibkan untuk menutup hidung dan mulutnya dengan tissue atau sapu tangan khusus
  • Orang lain yang sedang merawat pasien batuk rejan, juga harus rajin mencuci tangan dengan sabun setiap kali sudah melakukan perawatan terhadap pasien batuk rejan
  • Konsumsi obat antibiotic untuk anak-anak usia sekolah, disarankan selama 5 hari sebelum kembali ke sekolah
  • Begitu juga dengan penderita batuk rejan pada remaja dan dewasa, mereka harus mengkonsumsi antibiotic ini selama 5 hari sebelum pergi untuk beraktifitas yang terhubung dengan orang-orang secara langsung

Pencegahan Batuk Rejan

Kita tidak perlu khawatir akan mudah terserang gejala batuk rejan, sebab  hidung tersumbat tapi tidak ada ingus kita masih bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit menular tersebut. Pencegahan yang dilakukan biasanya dengan Vaksin yang diberikan dokter. Vaksin pertusis diberikan bersamaan dengan vaksin tetanus, difteri, hib dan polio. Khusus vaksin pertusis diberikan sejak masih bayi dan diberikan secara berkala, yaitu:

  • Saat memasuki 2 bulan
  • Saat memasuki 4 bulan
  • Saat sudah usia 6 bulan
  • Saat direntang usia 1.5 hingga 2 tahun
  • Pada usia 5 tahun
Sponsors Link

Vaksinasi pertusis yang diberikan pada anak bayi ini cukup aman. Adapun efek samping yang terasa berupa munculnya rasa nyeri, kulit yang menjadi agak merah, hingga pembengkakan di area bekas suntik. Anak bayi juga bisa mengalami demam pasca divaksin, namun tidak berlangsung lama.

Setelah memasuki masa remaja hingga dewasa nanti, sebaiknya imunisasi saat pilek dan batuk  vaksin pertusis ini ditambah, agar imunitas tubuhnya lebih kuat lagi. Vaksin pertusis ditambah ketika:

  • Anak remaja memasuki usia 11 tahun merupakan saat yang tepat untuk menambah vaksin
  • Pada orang dewasa, diberikan vaksin tambahan setiap 10 tahun sekali. Jika sudah divaksin, orang dewasa tersebut akan mengurangi resiko untuk menularkan batuk rejan pada keturunanya (bayi di keluarnya)

Vaksin pertusis untuk menghindari batuk rejan, juga dapat diberikan pada wanita hamil, untuk melindungi janin bayi dari penularan batuk rejan. Vaksin biasanya diberikan saat minggu awal setelah bayi dilahirkan atau tepatnya saat usia kehamilan memasuki 28 hingga 38 minggu.

Pencegahan batuk rejan juga dapat dilakukan sendiri di rumah, dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Banyak beristirahat
  • Minum banyak cairan seperti air, sup dan jus yang sehat
  • Makanlah dengan porsi kecil agar tidak mudah muntah ketika batuk
  • Jika di rumah sering ada perokok dan perapian, maka usahakan bersihkan udara dari kedua hal tersebut
  • Ketika batuk, tutup dengan mulut atau tissue, masker dan sapu tangan. Setelahnya rajinlah mencuci tangan agar tetap bersih

Pengobatan Alami Batuk Rejan

Batuk rejan tidak hanya dapat diobati dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter, namun obat-obat alami yang cenderung aman dan mudah ditemukan juga berkhasiat batuk akibat merokok  untuk mengurangi infeksi batuk rejan. Berikut obat alami untuk batuk rejan:

  • Kunyit untuk infeksi batuk rejan
  • Jahe untuk mengatasi batuk rejan
  • Bawang putih bermanfaat untuk infeksi pertusis
  • Madu yang manis alami untuk membunuh bakteri pertusis
  • Oregano juga mengatasi batuk rejan
  • Buah lemon juga efektif atasi batuk rejan
  • Almond juga bagus untuk obati batuk rejan
  • Akar manis dapat menghilangkan rasa sakit karena batuk rejan
  • Camomile untuk meningkatkan kesehatan tubuh pasca batuk rejan
  • Rebusan air putik bunga kuma untuk obat batuk rejan alami

Pasien yang mengalami batuk rejan diharapkan dapat mengenai gejala dari batuk rejan, sehingga mendapatkan penanganan medis lebih cepat. Khususnya, jika batuk rejan dialami oleh bayi dan anak-anak dengan sistem imun yang masih rendah, pengobatan dan pencegahan untuk menghindari gejala batuk rejan harus segera dilakukan. Semoga bermanfaat.

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Pra Batuk Flu