Sponsors Link

Operasi Sinusitis Maksilaris: Caranya dan Efek Sampingnya

Sponsors Link

Sinusitis merupakan peradangan atau inflamasi di bagian dinding sinus. Sinus ialah ronggo kecil yang berisi udara dan terletak pada bagian belakang tulang pipi (wajah) dan tepatnya berada pada bagian di sekitar hidung. Ketika waktu sinus sedang tersumbat karena sudah dipenuhi akan cairan, maka bisa membuat orang yang terjangkit akan mengalami hidung tersumbat alias hidung menjadi mampet.

ads

Sinusitis termasuk kedalam gangguan kesehatan yang umum menjangkit manusia di segala umur. Dalam tubuh, terdapat empat bagian sinus yaitu pada bagian pipi, bagian mata, dahi dan juga belakang dahi. Sinusitis yang menyerang di bagian tulang pipi disebut dengan nama sinusitis maksilaris, jenis ini merupakan penyakit yang sering melanda banyak orang, apabila tak kunjug diobati bisa bisa memicu sinusitis lainnya. Seseorang yang terjangkit sinusitis maksilaris akan mengalami gejala sebagai berikut, antara lain yaitu :

  • Hidung menjadi tersumbat atau mampet, gejala penyebab hidung tersumbat ini umumnya muncul dibagian rongga sinus yang bisa membuat bengkak pada bagian mukosa sinus, mukosa sinus disebabkan adanya tekanan pada bagian rongga hidung, alhasil hidung pun menjadi tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Demam bersuhu 38 derajat celcius atau bahkan bahkan lebih.
  • Terjadi nyeri di bagian wajah dan terasa sakit saat ditekan.
  • Hilangnya indera penciuman.
  • Napas menjadi bau atau juga bisa disebut halitosis.

Penyebab sinusitis dikarenakan adanya inflamasi pembengkakan dinding dalam hidung, peyebab sinusitis ini sangat umum terjadi pada orang dewasa. Situasi semacam ini diakibatkan adanya virus flu atau pun pilek yang disebarkan oleh sinus dari saluran pernapasan bagian atas. Umumnya pasca mengalami pilek (cara mengobati pilek) atau penyabab influenza, bisa terjadi infeksi bakteri sekunder. Kejadian itu membuat dinding sinus menjadi bengkak alias infalamasi.

Sedangkan pada anak-anak sinusitis muncul karena adanya alergi, adanya paparan atau ketularan penyakit dari anak lain, kebiasaan dalam menggunakan dot maupun minuman yang berasal dari botol dalam keadaan berbaring, serta berada pada lingkungan yang dipenuhi asap. Kenali juga penyebab pilek berkepanjangan pada anak dan cara penularan influenza.

Cara Operasi Sinusitis Maksilaris

Terdapat dua cara dalam mengobati penyakit sinusitis maksilaris, yaitu dengan cara menggunakan obat antibiotik ataupun dengan cara melakukan tindakan bedah atau biasa disebut operasi. Langkah yang sering dilakukan untuk menangani penyakit satu ini yaitu dengan melakukan tindakan operasi, sebab cara ini dipercaya sebagai langkah cepat dan paling efektif mengatasi sinusitis maksilaris. Berikut merupakan cara melakukan operasi sinusitis maksilaris, diantaranya :

  1. Bedah Sinus Endoskopi Fungsional

Cara bedah ini adalah jenis pembedahan yang sering digunakan, operasi ini dilakukan menggunaan alat dengan sebutan endoskopi. Endoskopi sendiri adalah tabung serat optic yang memiliki bentuk cukup tipis. Alat ini juga dilengkapi dengan teleskop serta alat bedah dengan jenis tertentu yang kemudian dimasukkan kedalam lubang hidung dan berguna untuk memusnahkan jaringan serta berbagai hal lain yang menyumbat sinus. Selain itu tujuannya juga sebagai cara untuk menghilangkan penyakit, membenahi aliran udara, serta mengeringkan sinus sesuai dengan prinsip mempertahankan fungsinya (sinus).

Bedah endoskopi fungsional juga disebut dengan FESS atau kepanjangan dari Functional Endoscopic Sinus Surgery. Operasi ini tak akan membuat jaringan parut atau disebut juga dengan bekas luka akibat proses pembedahan yang umumnya dilakukan.

Umumya, pasca operasi FESS akan dilakukan perawatan di rumah sakit selama kurang lebih 3 hari. Keuntungan dari operasi ini yaitu prosedur yang dilakukan tak invasif sebab tidak membutuhkan pembedahan, prosedur ini juga jarang melakukan pengangkatan jaringan yang masih normal, serta operasi ini banyak dilakkan pada pasien rawat jalan.

Sponsors Link

  1. Image-guided Surgery

Cara operasi ini dilakukan juga menggunakan endoskopi serta di bantu gambar ketika pembedahan, ini berfungsi untuk mengetahui kondisi pada bagian sinus, cara melihatnya yaitu menggunakan CT scan pada monitor. Dengan adanya bantuan itu, dokter akan dimudahkan dalam melihat gambar secara tiga dimensi dan mampu melihat secara jelas bagian mana saja yang mengalami sumbatan, dengan begitu dokter pun akan lebih mudah dalam mengangkat penghambat sinus secara akurat. Image-guided Surgery kebanyakan direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi sinus yang terbilang parah serta sebelumnya sudah pernah melakukan pembedahan.

  1. Operasi Caldwell-Luc

Operasi Caldwell-Luc menjadi pembedahan yang terbilang sangat jarang digunakan, sebab langkah ini diambil bila mana terjadi pertumbuhan abnormal pada bagian rongga sinus. Operasi ini termasuk invasif sebeb melibatkan pembedahan yang serius atau sesungguhnya, berbeda dengan dua cara operasi sebelumnya.

Pembedahan ini berguna dalam menghilangkan pertumbuhan jaringan yang abnormal misalnya tumor dan memulihkan aliran sinus. Untuk caranya yaitu dengan menciptakan jalur diantara hidung dan juga rongga pada bagian bawah mata (sinus maksilaris), sebagai bantuan dalam memperlancar saluran lendir.

ads

Efek Samping Operasi Sinusitis Maksilaris

Efek samping operasi sinusitis maksilaris akan dipaparkan dibawah ini, antara lain yaitu:

  1. Terjadi Pendarahan

Efek samping setelah operasi ialah terjadinya pendarahan kurang lebih selama 3 hingga 5 hari. untuk mengatasi pendarahan yaitu bisa dengan cara menampung darah menggunakan tisu atau pun kasa yang kebersihannya terjamin pada lubang hidung. Usahakan untuk tidak ada darah yang masuk kembali ke hidung, dan bernapas dengan tenang. Bila diperlukan bantuan medis langsung saja larikan dokter terdekat.

  1. Timbulnya Rasa Nyeri Di Area Hidung

Timbulnya rasa nyeri pada area hidung pasca operasi bisa bisebabkan karena adanya tekanan yang mengganggu, salah satu contohnya ialah rasa nyeri di sekirat area wajah. Ini bisa terjadi di sekitaran telinga hidung dan tenggorokan (THT). Penyebabnya karena apabila salah satu bagian dari tiga itu terjadi masalah maka bagian lain bisa terpengaruh.

  1. Rasa Lemas

Efek berikutnya ialah badan menjadi lemas, setelah dilakukan operasi sinus kondisi tubuh menjadi lemas itu adalah kondisi umum sebab tubuh mengalami pengurasan energi dan sistem kerja tubuh pun menjadi terganggu dalam sementara waktu. Tak perlu risau, untuk mengatasinya cukup dengan memberikan asupan nutrisi dengan makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan tentunya mudah untuk dicerna, serta perbanyak istirhat.

  1. Demam Tinggi

Demam tinggi pasca melakukan operasi sinus maksilaris adalah situasi yang umum terjadi, sebab tubuh mengeluarkan energi yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan proses penyebuhan atau recovery. Untuk mengatasi situasi semacam itu, konsumsi makanan mengandung nutrisi tinggi yang mampu menyembuhkan luka, misalnya makanan kaya akan vitamin K dan juga protein. Bila demam tak kunjung turun, segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan.

  1. Alergi dan Imunitas Menjadi Terganggu

Terdapat bebrapa kasus pasien menjadi alergi setelah melakukan operasi, padahal sebelumnya tak memiliki riwayat apapun. Salah satu alergi yang timbul pasca operasi adalah saat pemberian tindakan anastasi dikarenakan obat suntikan anastesi mempunyai kandungan zat yang sensitif dan umumnya hanya berlangsung bebrapa menit lalu menghilang. Untuk situasi alergi dalam janga waktu lama bisa saja berasal dari antibiotik, sebab antibiotik memiliki efek samping ketika digunakan. Segera hubungi dokter bila alergi tak kunjung reda agar memperoleh tindakan yang sesuai.

  1. Cairan Kuning yang Berbau dengan Sendirinya

Sinusitis merupakan gangguan kesehatan yang memilik hubungan dengan hidung. Maka itu penyakit ini erat sekali dengan saluran hidung serta bisa saja mengeluaran cairan kuning dan juga berbau. Untuk mengatasi situasi ini diperlukan bantuan ahli, yaitu medis atau dokter.

Risiko Operasi Sinusitis Maksilaris

Terjadinya komplikasi atau risiko pasca operasi sinusitis maksilaris bisa dikatakan jarang terjadi, namun begitu terdapat beberapa risiko yang kemungkinan bisa muncul saat dilakukannya prosedur pembedahan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Terjadinya Pendarahan
Sponsors Link

Pendarahan umumnya terjadi pada 24 jam pertama pasca operasi, namun demikian tak menutup kemungkinan bisa terjadi pasca bebrapa hari atau pun berminggu-minggu setelah dilakukan tindakan operasi. Apabila darah menjadi beku di bagian pemisah tulang diantara saluran hidung (sering disebut dengan septum) maka diperlukan tindakan pembedahan lain untuk menghilangkannya.

  1. Adanya Kerusakan Bagian Mata serta Jaringan Sekitranya

Posisi sinus tak jauh dari mata, pada kondisi tertentu operasi dapat mengakibatkan pendarahan di bagian mata. Situasi ini timbul karena waktu operasi sedang berlangsung terjadi kerusakan pada lapisan tulang yang tipis pemisah sinus dan juga mata. Adanya robekan di bagian saluran mata, rusaknya bagian otot penggerak mata bisa berakibat fatal, kebutaan pun bisa terjadi serta menjadi momok menakutkan dari adanya risiko operasi sinus.

  1. Komplikasi Intrakranial

Selama operasi sinus maksilaris berlangsung bisa saja merusak septum alias lapisan tulang tipis bagian atas hidung. Alhasil, cairan otak bisa menjadi bocor menuju hidung. Pada situasi yang terbilang cukup parah, dapat membuat infeksi di lapisan otak seperti meningitis.

  1. Masalah Hidung Lainnya

Tindakan operasi bisa membuat jaringan parut yang tak terlihat menjadi menumpuk di saluran hidung, bila ini terjadi, maka dibutuhkan adanya prosedur pembedahan lain untuk menghilankan jaringan yang terkumpul itu.

  1. Indera Penciuman Menjadi Hilang

Pasca tindakan operasi berlangsung, indera penciuman seharusnya menjadi baik sebab aliran udara sudah tak tersumbat lagi atau sudah kembali normal. Akan tetapi di beberapa kasus yang tak banyak terjadi justru berbanding terbalik, pasien bisa kehilangan indra penciuman karena terjadinya inflamasi setelah operasi.

Selain itu, operasi sinus maksilaris bisa merubah suara pasien dan mampu menjadi penyebab infeksi lainnya. Jangan ragu dan malu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh tindakan operasi yang tepat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan